Archive Page 2

Seasons In The Sun

gelangnya sama uy

friends will be friend

Goodbye to you my trusted friend
We ve known each other since we were 2006
Together we ve climbed hills and trees
Learned of love and abc s
Skinned our hearts and
Skinned our knees

Goodbye my friend it s hard to die
When all the birds are singing
In the sky
Now that spring is in the air
Pretty girls are everywhere
Think of me and I ll be there

We had joy we had fun we had
Seasons in the sun
But the hills that we climbed were
Just seasons out of time

this song is dedicated for all myfren in ekstension class especially tittah, ipit, ayu, indra, johan, kresna, bro “pertemuan dan perpisahan apapun itu, membuat kita smakin mengerti arti hidup”. . teruskan perjuangan kalian teman-teman

Persatuan Jobseeker Seluruh Indonesia (PJSI)

pencari-kerja2

Pekerjaan apa yang dari taon ke taon makin banyak peminatnya?? dokter? bukan, engineer? salah, tukang tipu? hampir bener, jawabannya adalah Jobseeker. Pekerjaan yang satu ini memang terus bertambah dari taon ke taon, seiring dengan terus bertambahnya pengangguran di negara ini.

Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI, Latif Adam, angka pengangguran di Indonesia diperkirakan akan naik sebesar 9 persen di tahun 2009 dari tahun lalu, sekitar 8.5 persen. Menurutnya, kenaikan junlah pengangguran ini lebih disebabkan menurunnya penyerapan tenaga kerja dalam bidang industri, yang mencapai 36.6 persen pada kuartal kedua di tahun 2008 ini.

Lha gimana pengangguran mo gak nambah, wong jumlah penduduk terus nambah sedangkan jumlah lapangan pekerjaan cenderung tetep, bahkan menurun akibat adanya krisis global, banyak perusahaan-perusahaan gede yang sekarang gulung tikar, bahkan memPHK jumlah pegawainya. Apalagi pendidikan sekarang masih belum mendidik murid buat jadi pencipta lapangan pekerjaan tapi cuma mendidik gimana cara motong rumput lapangan, nyapu lapangan alias cuma buat jadi pekerja.

Bukti hidup kalo jobseeker semakin banyak bisa diliat di acara-acara career expo, pasti selalu full oleh para jobseeker. Seperti kemaren waktu gw menghadiri Career Expo di ITB dan Jobfair di Braga Bandung dan untung aja ngga jadi ke jobfair Kartini, bah suasananya udah kayak pasar malem aja, rame banget orangnya dari berbagai kota, semuanya berlomba-lomba buat nitipin CVnya ke para recruiter dari perusahaan-perusahaan yang jadi peserta expo. Kalo semuanya di kumpulin nih bisa dibikin partai baru namanya PJSI (Perkumpulan Jobseeker Seluruh Indonesia)

Sangking banyaknya CV yang didrop, gw jadi mikir gimana caranya perusahaan buat nyortir CV itu, jangan-jangan kayak mo milih pemenang undian aja, mata rekruiternya ditutup pake kain trus tangannya ngocok-ngocok CV dan akhirnya dipilihlah para calon-calon karyawan…ck.ck.ck (ini beneran lo berdasarkan fakta) heran aja temen gw yang IPKnya udah hampir kepala 4 danpunya pengalaman yang segudang kok biasnya ngga terseleksi. Emang hidup itu penuh keberuntungan. Perusahaanya pun bermacam-macam, dari perusahaan yang bonafid sampe perusahaan yang kedengeran aja jarang.

Menurut kacamata kuda saya, ada 2 golongan jobseeker, pertama adalah jobseeker murni yaitu orang yang menjadi jobseeker karena belum dapet kerjaan alias gagal mulu kalo tes, yang kedua adalah jobseeker terhormat yaitu orang yang sudah kerja tapi masih nyari-nyari kerja. Kejadian yang khas kalo saya menghadiri career expo adalah ketemu lagi dengan orang-orang yang sama saat career expo ditempat lain, baik orang itu jobseeker murni ato jobseeker terhormat. STT maning..STT maning nambah saingan aja ne :D

Kalo yang jobseeker murni, mungkin karena nasibnya belum beruntung, nah kalo yang jobseeker terhormat, alasannya beragam, seperti temen si A, dia sudah bekerja di sebuah perusahaan asing tapi masih mo cari yang lain karena gajinya kecil, ato si B, dia pingin nyari kerja lain karena ngincer yang kariernya bagus sebab itu syaratnya dia buat merried sama pacarnya, ada juga si C yang jadi jobseeker lagi karena kerjaan di perusahaan yang sekarang tidak cocok dengan keinginannya, sampai-sampai temen saya yang termasuk dalam kategori jobseeker terhormat punya motto ” kerjaan yang sekarang tuh sampingan, kerjaan yang utama adalah jobseeker “.

Gw jadi inget kata-kata satu temen sewaktu tanya alasan kenapa dia mo jadi jobseeker lagi, ” Man, cari kerja tuh jangan hanya mikir gajinya aja tapi yang lebih penting sreg dengan hati karena kamu nanti akan menghabiskan sebagian besar waktumu di kerjaan “. Ada benernya juga kata temen saya ini, misalkan kita kerja dari jam 8 sampe jam 5, berarti 9 jam kita habisin di tempat kerja, bayangkan kalo selama 9 jam itu kita ngelakuin kerjaan yang ga kita senangi ato dilingkungan keja yang ga kita senangi.

Tapi kalo ngeliat realita sekarang, apa mungkin para jobseeker itu akan mendapatkan kerjaan yang sreg dengan hati mereka, kerjaan yang sesuai dengan keinginan mereka?.

kalo kita masih punya kesempatan dan kekuatan buat nyari kerja yang sesuai dengan hati kita, gak ada salahnya kita coba tapi kita juga bisa berusaha mencintai pekerjaan yang kita dapat sekarang ini, ato mencari suatu hal yang bisa mengalihkan rasa tidak suka kita, agar kita gak melewatkan waktu dengan sia-sia. Dijaman sekarang ini , kayaknya filosofi ini yang paling cocok, sayang sekali rasanya kalo hidup yang sekali ini kita lewati dengan melakukan hal yang gak kita senangi tapi kadang kenyataan memang gak berjalan seindah yang kita bayangkan, reality bites………hunting job lagi ahh…..(ngenet ngenet…sambil nungguin inter vs juve maen)

Mengunjungi Tanah Kelahiran

picture-0252Lampung 16 nov - di tanggal dan bulan ini disebuah desa kecil fajar bulan – Lampung barat gw dilahirkan.

beruntung sekali awal november lalu berkesempatan untuk mengunjungi tanah kelahiran bersama ibu dan ade, keberangkatan ini memang sudah direncankan oleh ibu yang udah jauh-jauh datang dari Bali untuk menghadiri wisudaku di Bandung, sekalian saja katanya silaturahmi ketempat saudara di Lampung.. memang awalnya ibu akan pergi sendirian karna minggu itu gw yang sok sibuk dan ade yang masih UTS sepertinya tidak bisa ikut ke lampung, tapi saat itu gw berpikir ini kesempatan yang sangat langka udah 14 tahun lebih ngga pernah ke lampung dan akhirnya gw bilang ke ibu “gmana kalo minggu depan aja perginya, soalnya minggu depan ade udah selesai UTS dan aku dah ngga ada kegiatan lg”. dan akhirnya ibu stuju dengan permintaanku

ini adalah kedua kalinya gw mengunjungi tanah kelahiran, terakhir kali tahun 1994 dan setelah 14 tahun lamanya kesempatan itu datang kembali… benar2 momen yang sangat berharga maklum sejak umur 3 tahun gw udah meninggalkan tanah kelahiran, walaupun waktu tahun 1994 pernah berkunjung ksini tapi waktu itu belom begitu mengerti dengan keadaan sekitar (udah agak-agak lupa).

sepanjang perjalanan senang sekali sepertinya melihat ibu bercerita dan bernostalgia selama tinggal dilampung, dan akhirnya kira-kira setelah 20 jam perjalanan sampai jg di sebuah perkampungan fajar bulan. bisa dibayangkan fajar bulan sebuah desa yang dingin di daerah pegunungan dimana sebagian rumahnya masih berbentuk rumah panggung (khas adat lampung), sebagian penduduknya hidup berkebun kopi dan untuk sampai kesana ditempuh dengan jalan berkelok-kelok. wah senang sekali rasanya.. :D

Tapi sayang sekali gw hanya beberapa hari saja disana karna ada panggilan dadakan, akhirnya gw harus duluan meninggalkan ibu dan ade untuk segera balik ke Bandung.

btw, skrng umur sudah makin bertambah, tambah tua aja…malu sekali rasanya diumur yang segini belum bisa memberikan kontribusi apa-apa kepada kedua orangtua, buat temen2 yang udah ngucapin baik langsung, via email, ato FS, thanks atas doanya…mudah2an gw bisa menjadi lbh baek lagi dalam segala hal….

Nikahan Sanda R S

Alhamdulillah…Ngga nyangka seorang teman yang dulunya satu asrama, satu kelas di D3 dan S1 ekstensi, Sanda Rangaa Saputra yang umurnya paling muda diantara yang laen (kelahiran desember 86) sudah mendahului gw dan teman-teman yang lain untuk mengakhiri masa lajangnya. Tepatnya tgl 27 Oktober 08 kemaren di Kec. Pamengpeuk Banjaran. Walaupun sempat tersesat ke arah Soreang tapi kita sangat berbahagia sekali saat sampai di lokasi walimahan Sanda dan Malia. selain bisa mengucapkan selamat scara langsung, kta jg bsa makan gratis dan enyak…..nyam nyam

Wah semakin bertambah saja teman-teman yang menikah, Sanda merupakan orang ke-3 di kelas D3TE27-02 dan yang pertama di kelas TEX30-02 yang mengakhiri masa lajangnya…ngga nyangka seorang Sanda, padahal sebelum itu ramai sekali perbincangan tentang sapa yang akan menikah dalam waktu dekat ini karna seorang teman pernah memberitakan kalo ada salah satu teman kita yang akan menikah tanpa memberikan namanya siapa….sehingga ramai sekali gosip-gosip yang beredar..hmmm

Buat Sanda dan Malia selamat yach..semoga terwujud keluarga saqinah mawaddah waromah. Amien.

Wisuda Sarjana 25 Okt 08

Selamat jalan Pak Husni Amani, ini bukan akhir dari cerita tapi baru awal dari sebuah perjalanan panjang,

Pangan Transgenik, bahaya atau tidak?

Masih ingatkah dengan makanan berformalin?, mengandung bahan pengawet? Mengandung bahan pewarna, makanan kadaluarsa, makanan dan minuman bermelamin yang sekarang sudah mewabah di China? Makanan Sampah yang masih diproduksi lagi untuk dimakan, dan makanan dan minuman yang lainnya yang tidak layak dimakan dan belum terpublikasikan.

Dan kemaren saat sedang ngobrol dengan Ivonne teman dari Unpad fakultas Hukum yang sedang mengambil thesis tentang pangan transgenik.tambah lagi keresahan dalam mengkonsumsi makanan. Karna penasaran, saya langsung aja tanya sama Ivonne : ”apa itu pangan transgenik ?, dan apa hubungannya dengan hukum ? ”

Survei oleh sebuah stasiun televisi swasta setelah pengumuman YLKI tentang pangan berbahan transgenik di Indonesia menunjukkan, hanya dua dari 10 orang yang tahu arti pangan transgenik

Nah 1 dari 10 orang itu termasuk saya, satunya lagi mungkin anda..hehe…..

Sekilas tentang PRG

Perjalanan suatu bahan pangan hingga disebut sebagai pangan transgenik sebenarnya cukup panjang, dan tentunya telah mengalami proses penelitian yang cukup lama. Akan tetapi, pro dan kontra tentang efek dari mengkonsumsi makanan  trangenik masih saja terjadi.

Kemajuan teknologi dan penelitian telah mencapai struktur terkecil dari unsur penyusun mahluk hidup, yaitu gen. Gen inilah factor terkecil mengapa fisiologis manusia, hewan, dan tumbuhan dapat dibedakan. Manusia bermata biru, hidung mancung, berpenyakit jantung, semua dikarenakan adanya gen yang spesifik. Informasi yang unik pada setiap spesies disimpan dalam jalinan DNA dan sifat ini diturunkan ke generasi selanjutnya.

Pada tahapan selanjutnya, karakterisasi gen telah mampu menghasilkan urut-urutan tertentu yang menghasilkan sifat unik suatu spesies mahluk hidup. Urut-urutan ini kemudian secara sederhana dapat disimpan dalam wujud plasmid. Plasmid ini dapat dipindah-pindahkan ke organisme lain, sehingga memiliki sifat unik yang sama dari spesies asalnya.

Dulu, kawin silang dikenal sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki keturunan. Namun, kawin silang ini masih terbatas pada spesies yang memiliki kedekatan, misalnya antar varietas. Rekayasa genetika jauh lebih canggih dibandingkan proses kawin silang, karena plasmid dapat dipindah-pindahkan tanpa memperdulikan taksonomi atau kedekatan spesies.

Pada awalnya, proses rekayasa genetika dilakukan untuk menciptakan mahluk yang sempurna. Dalam bidang pertanian misalnya, tomat yang awalnya tidak bisa ditanam di daerah bersuhu rendah direkayasa supaya dapat menjadi tanaman tahan beku dan memiliki musim tumbuh lebih lama. Caranya sungguh unik, yakni dengan “menggunting” gen ikan flounder (ikan yang hidup di daerah es di Arktik) dan “merekatkan” gen tersebut pada buah bulat merah ini. Hasilnya, tomat pun dapat ditanam di segala cuaca. Contoh lain adalah kedelai yang rawan akan hama lantas disisipi bakteri dari tanah yang mampu mengeluarkan pestisida alami. Alhasil, hama yang menyerang kedelai akan mati dengan sendirinya. Dalam bidang industri medis, diciptakan mikroba yang mampu menghasilkan rennet untuk bahan baku keju, insulin untuk penderita diabetes. Dikarenakan gen akan diturunkan ke generasi selanjutnya, perubahan genetika ini bersifat permanen pada mahluk hidup tersebut. Tentu saja dalam jumlah yang besar keseimbangan alam akan berubah. Belum lagi kalau terjadi kawin silang dengan spesies yang dekat kekerabatannya. Secara sederhananya, proses rekayasa genetika dari yang terkendali berubah menjadi tidak terkontrol lagi.

Kebanyakan industri pertanian dan medis negara maju telah menggunakan rekayasa genetika di dalam proses produksinya, Karena di negera mereka sendiri, aturan pemasaran pangan transgenik sangat ketat, negara berkembang menjadi pasar potensial mereka. Kabarnya, kedelai yang diimpor dari Amerika sebagian besar merupakan hasil rekayasa genetika. Begitu pula dengan jagung, tomat, dan apel.Negara yang melakukan penanaman komersial produk transgenik biasanya melakukan analisis keamanannya, termasuk konsekuensi langsung dan tidak langsung. Konsekuensi langsung, misalnya, kajian apakah terjadi perubahan nutrisi, munculnya efek alergi, atau toksisitas akibat rekayasa genetika.

Konsekuensi tidak langsung, misalnya, efek baru yang muncul akibat transfer gen, perubahan level ekspresi gen pada tanaman sasaran, serta pengaruhnya terhadap metabolisme tanaman. Beberapa efek lain yang seringkali tidak dsapat diantisipasi perlu juga dikaji, misalnya, gene silencing, interupsi sekuens penyandi, atau berubahnya sistem regulasi gen-gen.

Karena pangan merupakan hal yang sangat kompleks, maka kajian keamanan pangan yang sederhana (sebagai contoh menganalisis kandungan peptisida, logam berat, dan senyawa toksik dalm pangan) tidak dapat dilakukan.

Namun kontroversi masih terjadi, karena sebagai produk teknologi baru risiko jangka panjangnya belum diketahui. Ilmuwan sendiri, tidak akan pernah mampu menyatakan bahwa suatu produk 100 persen aman karena risiko sekecil apapun akan tetap ada.

Beberapa bahan makanan yang banyak berasal dari bibit transgenik

  • Produk yang terbuat dari kacang kedelai: tepung kedelai, minyak kedelai, tahu, tempe, tauco, susu kedelai, ekstrak sayuran. Atau produk lain yang merupakan turunan kedelai transgenik seperti vitamin E, sereal, es krim, biskuit, roti, permen, makanan gorengan, tepung, saus, dan lain-lain.
  • Produk yang terbuat dari jagung: tepung jagung, minyak jagung, pemanis jagung, sirop jagung. Kemudian produk turunan jagung transgenik seperti vitamin C, keripik, es krim, formula bayi, kecap, soda, dan lain-lain.
  • Produk yang terbuat dari kentang: keripik kentang, tepung kanji kentang, dan lain-lain.
  • Produk yang terbuat dari atau dengan tomat, seperti saus, pasta tomat, pizza, lasagna, dan lainnya.
  • Produk susu yang diambil dari sapi yang diberi hormon pertumbuhan sapi transgenik (atau rBGH di AS): seperti susu, keju, mentega, krim asam, yogurt, air dadih, dan produk olahannya.
  • Zat-zat aditif yang mungkin berasal dari sumber transgenik, yaitu Lesithin kedelai/lesithin (E322), pewarna karamel (E150), riboflavin (vitamin B2), enzim chymosin (enzim transgenik yang dipakai untuk membuat keju vegetarian, alpha amilase yang digunakan untuk membuat gula putih, dan lain-lain).

Ini Dia Produk Transgenik

  • Keripik kentang Mister Potato, produksi PT Pasific Food Indonesia. No Depkes BPOM RI ML 255501031081.
  • Keripik kentang Pringles, diimpor oleh PT. Procter & Gamble Home Products Indonesia. No. Depkes BPOM RI ML 362204007321.
  • Tepung jagung Honig Maizena, diimpor oleh Fa. Usahana. No Depkes ML 328002001014.

Bagaimana PRG di atur di Indonesia?

Mengenai PRG sendiri di Indonesia diatur dalam UU Nomor 7 tentang Pangan yang memperbolehkan penggunaan produk pangan transgenik. UU diperkuat dengan PP No. 69/1999 tentang Label dan Iklan Pangan, dan PP No.28/2004 tentang Keamanan Mutu dan Gizi Pangan, yang menjelaskan mengenai definisi, pemeriksaan keamanan, serta persyaratan dan tata cara pemeriksaan pangan produk rekayasa genetika.

Dalam PP No. 69/1999 pasal 35 disebutkan bahwa pada label untuk pangan rekayasa genetik wajib dicantumkan tulisan PANGAN REKAYASA GENETIK.

Dalam ayat berikutnya disebutkan bahwa dalam hal pangan hasil rekayasa genetik merupakan bahan yang digunakan dalam suatu produk pangan, pada label cukup dicantumkan keterangan tentang pangan rekayasa genetika pada bahan yang merupakan pangan hasil rekayasa genetik tersebut saja.

Meskipun demikian, YLKI meminta pengaturan mengenai ambang batas kandungan maksimum bahan rekayasa genetik yang terdapat dalam satu produk.

Pendapat saya?

Merupakan tanggung jawab pemerintah dalam mengatur produsen untuk mecantumkan label PANGAN REKAYASA GENETIK .Walaupun belum diketahui efek negatif dari mengkonsumsi pangan transgenik, setidaknya kita sebagai konsumen bisa memilih dan lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan

Dalam PP No. 69/1999 pasal 35 disebutkan bahwa pada label untuk pangan rekayasa genetik wajib dicantumkan tulisan PANGAN REKAYASA GENETIK.

Sudahkah produk produk makanan transgenik yang beredar di Indonesia berlabelkan PANGAN REKAYASA GENETIK ?? untuk saat ini belum tau karna blum pernah melihatnya, oh iya pesan untuk pemerintah kalo bisa makanan yang berformalin, bermelamin, dan yang lainnya di LABELIN juga dunk !!!!

sumber : http://www.biotekindonesia.com/?do=articlesdetail&cid=10, google, YLKI

Met Hari Raya Idul Fitri

Seperti biasa berlebaran di pulau Bali tercinta yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, walaupun sepi tetapi tidak menyurutkan semangat untuk saling bersilaturahmi kepada tetangga, teman, saudara dan yang paling berharga yaitu meminta maap kepada kedua orang tua

buat teman-teman bloggers “Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aidzin walfaidzin mohon maap lahir dan batin” Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H

Penutupan Co-op Telkom 08

Alhamdulillah, akhirnya program Co-op selama 3 bulan berakhir dengan lancar…

Tepatnya hari ini 23 Sept 08 pukul 9.00 di kantor Japati Lt.8 Program Co-op Telkom 2008 resmi ditutup. Dihadiri oleh beberapa pejabat Telkom dan mahasiswa peserta Co-op lainnya (IT Telkom, IM Telkom, ITB, Unpad, Trisakti).

Terima kasih buat temen-temen HR00 (Ardiansyah, Feriandri, Benny, Yunyun, Gusfrian, Julian, Ratna, St Khodijah, Heki, Ivonne, Herbert, Fenny, Mahardika, dll) dan HR09 (Danang, Boss Hary, dll), serta temen2 se indo (pesen momod : tetep ramein milis y). Semoga kalian sukses selalu !! :D

Gelang, Magnet, Kesehatan, Apa Hubungannya ??

Lagi persiapan buat slide buat laporan coop, tiba-tiba ada bapak Hadis yang dateng ke meja pak Joko, kebetulan karna meja pak Joko bersebelahan dengan saya (sambil bikin laporan, menguping mode :o n)

Pak Joko : saran saya bapak beli gelang yang 2000 gaus aja itu udah cukup buat kesehatan bapak karna medan magnetnya cukup besar dan harganya lumayan murah sekitar 2 jutaan…sambil meyakinkan bapak Hadis

Ada apa dengan gelang, magnet dan kesehatan?? mang ada hubungannya ya??

dan akhirnya saya memberanikan diri untuk menanyakan hal ini kepada pak Joko, dan dengan senang hati pak joko menjelaskan tentang gelang Amega ini dan menceritakan khasiat yang pernah dia alami.

Sekilas tentang gelang Amega dan hubungannya dengan kesehatan

Gelang amega merupakan gelang magnet terapi dan salah satu konsep mujarab cara sehat tanpa minum obat-obatan atau multivitamin. Cukup dengan aksesoris yang indah berupa jam tangan, gelang, cincin dan kalung maka kondisi kesehatan akan pulih bahkan daya tahan dan tenaga tubuh meningkat pula. Alat ini merupakan bahan yang dipakai di NASA sebagai deteksi kesehatan para astronot sesaat sebelum melakukan ekspedisi ke ruang angkasa.

Bumi adalah medan magnet alam. Tubuh manusia juga merupakan suatu medan magnet sebagai akibat dari Proses Bio_elektrik dalam tubuh. Dalam kondisi normal, Elektron dan Ion bekerja seimbang. Bila keseimbangan terganggu, maka arus dan distribusi dalam sel akan terpengaruh dan hal ini biasanya menjadi akar dari banyak penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi organ tubuh.

Gelang kesehatan Bio Energi Amega membantu Anda memulihkan organ yang rusak dengan menyeimbangkan Bio Magnetik dalam tubuh. Orang yang sehat memiliki Ion Positif dan Negatif yang seimbang. Dewasa ini, orang melakukan sebagian aktifitasnya didalam kendaraan dan gedung tinggi. Banyak penggunaan barang elektrik, kabel tegangan tinggi dan komputer, telpon gengam (hp) yang membuat kita selalu berhubungan dengan medan magnet positif, yang kurang baik bagi kesehatan kita.

Selain itu, mengkonsumsi terlalu banyak daging dan makanan yang bersifat asam, akan mempengaruhi keseimbangan ion positif dan negatif, membuat kita berhubungan dengan medan magnet positif (positif dan keasaman). Hal ini mempengaruhi metabolisme kita sehingga berbagai gejala penyakit akan muncul, dan terjadilah asam urat, asam lambung dll. Sebaliknya, medan magnet negatif (negatif, alkalin lemah) akan menormalkan metabolisme dan menyeimbangkan Asam Basa dalam tubuh serta mengatur fungsi2 organ tubuh dengan baik.

Dewasa ini, Magnet Positif sangat berlebihan, sedangkan Energi Magnet Negatif yang dikeluarkan oleh Gelang & perhiasan Kesehatan Amega Bio-Energy akan mengatur dan membantu meningkatkan Sirkulasi darah Anda dan menyebabkan system syaraf bekerja dengan baik.

Harga gelang amega

  • Gelang Amega Titanium Silver Combi Bio Magnet & Bio Fir = RP. 1.800.000,-
  • Gelang Amega Titanium Silver+Gold/enamel (color) Combi Bio Magnet & Bio Fir = Rp. 1.850.000,-

belum 100% percaya sih dengan gelang Amega (harus dicoba dolo), tapi dari penjelasan dari pak Joko yang meyakinkan, makanya saya beranikan diri untuk menginformasikannya. sapa tau ada yang berani beli dengan harga yang cukup mahal dan membagi2kan pengalamannya setelah memakai gelang Amega ini.

Untuk lebih jelasnya bisa searching2 lewat google. banyak sekali informasi tentang gelang ini, produk, efek samping, kesehatan dari segi science..dll

Akhirnya Lulus Juga

ARIS KHUMAINI, Amd, ST

Akhirnya setelah 5 tahun penantian panjang , Alhamdulillah lulus jg :)

« Previous PageNext Page »


logo_ittelkom

Blog Stats

  • 20,331 hits